Bersua Gorila di Pusat Primata Schmutzer Ragunan | the atmojo

Bagi yang sedang mencari alternatif wisata Jakarta, Pusat Primata Schmutzer yang merupakan area pusat primata terbesar di dunia[1] bisa jadi pilihan destinasi yang unik, menghibur sekaligus edukatif. Terletak di area kebun Binatang Ragunan, Pusat Primata Schmutzer menempati area seluas 13 hektar (baru 6,2 hektar yang dimanfaatkan) atau sekitar 20 kali ukuran lapangan Sepak Bola, dijamin menguji stamina setiap pengunjung yang ingin menjelajah.

Bersua Gorila di Pusat Primata Schmutzer Ragunan | the atmojo

Jalan Setapak di dalam Kebun Binatang Ragunan

Biaya Masuk

Untuk menikmati kunjungan ke Pusat Primata Schmutzer, saya hanya membayar Rp 11.500,- , tiket masuk Ragunan seharga Rp 4.000 dan tiket masuk Pusat Primata Schmutzer Rp 7.500,- , sungguh luar biasa terjangkau bukan?Bersua Gorila di Pusat Primata Schmutzer Ragunan | the atmojo.

Cara Menuju Pusat Primata Schmutzer

Menggunakan TransJakarta Busway merupakan cara termudah menuju kebun Binatang Ragunan, karena tepat di depan pintu masuk Kebun Binatang Ragunan terdapat halte Busway Ragunan, dan tentu saja biayanya juga sangat terjangkau. Bagi yang ingin membawa kendaraan pribadi (roda dua atau roda empat), lahan parkir juga banyak tersedia disini. Untuk mempermudah bisa langsung lihat di google maps berikut:


View Pusat Primata Schmutzer in a larger map

Setelah berada di dalam area Kebun Binatang Ragunan, sangat mudah menemukan petunjuk menuju area Pusat Primata Schmutzer, peta dan penunjuk arah di sini tertata cukup baik.

Bersua Gorila di Pusat Primata Schmutzer Ragunan | the atmojo

Peta Kebun Binatang Ragunan

Bersua Gorila di Pusat Primata Schmutzer Ragunan | the atmojo

Informasi Sejarah Singkat Kebun Binatang Ragunan

Sejarah

Sejarah dari Pusat Primata Schmutzer tidak bisa dipisahkan dengan sejarah keberadaan Kebun Binatang Ragunan itu sendiri.Berikut sejarah singkat dari kebun binatang Ragunan, sebagaimana diinformasikan di situs resminya:

Taman Margasatwa Ragunan didirikan pada tanggal 19 September tahun 1864 di Batavia ( kini Jakarta ) dengan nama “ Planten en Dierentuin “ ini pertama kali di kelola oleh perhimpunan penyayang Flora dan Fauna Batavia (Culture Vereniging Planten en Dierentuin at Batavia ). Taman ini berdiri di atas lahan seluas 10 ha di Jalan Cikini Raya No 73 yang di hibahkan oleh Raden Saleh, pelukis ternama di Indonesia.

Setelah Indonesia Merdeka, pada tahun 1949 namanya di ubah menjadi Kebun Binatang Cikini. Dengan perkembangan Jakarta, Cikini menjadi tidak cocok lagi untuk peragaan satwa. Pada tahun 1964. Pada masa Gubernur DCI Jakarta Dr. Soemarno dibentuk Badan Persiapan Pelaksanaan Pembangunan Kebun Binatang untuk memindahkan dari Jl. Cikini Raya no 73 Ke Pasar Minggu Jakarta Selatan yang diketuai oleh Drh. T.H.E.W. Umboh. , Pemerintah DKI Jakarta menghibahkan lahan seluas 30 ha di Ragunan , Pasar Minggu. Jaraknya kira-kira 20 Km dari pusat kota. Kepindahan dari Kebun Binatang Cikini ke Ragunan membawa lebih dari 450 ekor satwa yang merupakan sisa koleksi terakhir dari Kebun Binatang Cikini.

Kebun Binatang Ragunan dibuka secara resmi pada 22 Juni 1966 oleh Gubernur DKI ( Daerah Khusus Ibukota ) Jakarta Mayor Jenderal Ali Sadikin dengan nama Taman Margasatwa Ragunan. Pada tahun 1974 Taman Margasatwa Ragunan dipimpin oleh Benjamin Galstaun direktur pertama waktu itu. Pada tahun 1983 berubah namanya menjadi Badan Pengelola Kebun Binatang Ragunan. Pada tahun 2001 berubah lagi menjadi Kantor Taman Margasatwa Ragunan dan terakhir pada tahun 2009 berubah menjadi UPT ( Unit Pelayanan Teknis ) Taman Margasatwa Ragunan. Pada tahun 2010 namanya berubah menjadi BLUD ( Badan Layanan Umum Daerah ) Taman Margasatwa Ragunan. Saat ini luas Taman Margasatwa Ragunan mencapai 147 Ha dengan koleksi satwa 2101 ekor satwa dari 220 spesies.[2]

Pusat Primata Schmutzer sendiri diresmikan oleh Gubernur Sutiyoso pada tanggal 20 Agustus 2002 (saat ini sudah berumur hampir 12 tahun). Didirikan berdasarkan surat wasiat Ny Schmutzer, seorang pelukis sekaligus pecinta Satwa, seluruh kekayaan warisannya ditambah dana dari Gibbon Foundation dimanfaatkan untuk pendiriannya[1].

Bersua Gorila di Pusat Primata Schmutzer Ragunan | the atmojo

Kubah Utama Pusat Primata Schmutzer yang tertutupi tanaman

Aktivitas

Memasuki Pusat Primata Schmutzer, terdapat  jalur terowongan berkanopi di atas area tinggal Gorila. Melalui terowongan berkanopi pengunjung bisa menyaksikan pergerakan Gorila yang ada di bawah, namun berdasar pengalaman pribadi cukup sulit untuk bisa melihat Gorila dari posisi atas karena lebatnya pepohonan yang menutupi pandangan. Jika ingin melihat Gorila pada jarak terdekatnya lebih baik turun dari terowongan kanopi dan mendekat ke arah parit pemisah area tinggal Gorila. Biasanya disinilah lokasi Gorila akan diberikan makanan oleh petugas.

Bersua Gorila di Pusat Primata Schmutzer Ragunan | the atmojo

Jembatan berkanopi di atas Area Tempat Tinggal Gorila

Selain aktivitas utama melihat Gorila terutama ketika pada jam makan, Pusat Primata Schmutzer juga memiliki Orangutan Tunnel berupa terowongan panjang berkaca dengan pemandangan ke arah habitat orang utan, dan beragam koleksi primata lainnya. Patut menjadi catatan juga, bagi yang ingin berkunjung sebaiknya tidak membawa terlalu banyak makanan karena toh pada bagian pos penjagaan akan ada pemeriksaan ketat yang melarang segala bentuk makanan dan minuman untuk dibawa masuk. Sebagai gantinya di sekeliling Pusat Primata Schmutzer terdapat fasilitas water fountain siap minum yang bisa dimanfaatkan pengunjung untuk menghapus dahaga.

Bersua Gorila di Pusat Primata Schmutzer Ragunan | the atmojo

Peta Pusat Primata Schmutzer

Bersua Gorila di Pusat Primata Schmutzer Ragunan | the atmojo

Gorila sedang menikmati sayuran untuk makan siang

Waktu Terbaik untuk Berkunjung

Berkunjung ke Pusat Primata Schmutzer tidak akan lengkap jika tidak menyaksikan langsung prosesi pemberian makan ke Gorila-Gorila di sana. Jam Makan para Gorila ini adalah setiap jam 12 siang, dimana para petugas Kebun Binatang Ragunan akan melemparkan buah-buahan dan sayuran ke dalam area Gorila. Supaya tidak terlalu ramai ketika berkunjung hindari kunjungan hari Minggu, dimana Kebun Binatang Ragunan sedang ramai-ramainya dikunjungi. Secara pribadi saya lebih memilih untuk berkunjung pada hari Sabtu.

Bersua Gorila di Pusat Primata Schmutzer Ragunan | the atmojo

Kolam di Area Tempat Tinggal Gorila

 

Bersua Gorila di Pusat Primata Schmutzer Ragunan | the atmojo

Gorila sedang bersantai

Bersua Gorila di Pusat Primata Schmutzer Ragunan | the atmojo

Bersua Gorila di Pusat Primata Schmutzer Ragunan | the atmojo

Informasi tentang Gorila

Bersua Gorila di Pusat Primata Schmutzer Ragunan | the atmojo

Informasi Orang Utan

Bersua Gorila di Pusat Primata Schmutzer Ragunan | the atmojo

Bentang Tangan Orang Utan

Bersua Gorila di Pusat Primata Schmutzer Ragunan | the atmojo

Patung Dada Benjamin Galstaun

 

Bersua Gorila di Pusat Primata Schmutzer Ragunan | the atmojo

Plakat Benjamin Galstaun

Referensi

  1. http://www.jakarta.go.id/web/encyclopedia/detail/2485/Pusat-Primata-Schmutzer
  2. http://ragunanzoo.jakarta.go.id/ragunan/index.php?option=com_content&view=article&id=167&Itemid=63&lang=id
  3. http://ragunanzoo.jakarta.go.id/ragunan/index.php?option=com_content&view=article&id=153&Itemid=40&lang=id