Singgah Sore di Danau Linow | the atmojo

Jujur saja, sebelum berkunjung ke Manado beberapa waktu lalu, saya sekalipun belum pernah mendengar (apalagi kepikiran Singgah Sore di Danau Linow | the atmojo) tentang Danau Linow. Baru setelah menginjakkan kaki di lokasi, saya baru ngeh “oh… ini namanya Danau Linow hehehe….”. Konon danau ini punya keistimewaan yaitu bisa menampilkan 3 warna yang berbeda, kenapa bisa begitu, katanya sih gara-gara kandungan belerang nya tinggi (emang berhubungan ya?)

Menuju Danau Linow

Perjalanan menuju danau Linow kami tempuh dari ibukota Sulawesi Utara, Manado. Tentunya tujuan kami bukan hanya ke Danau Linow saja, tapi ada beberapa tujuan lain yang kami sambangi. Perjalanan menuju Danau Linow bisa dibilang lancar dan berliku menembus perbukitan/pegunungan.

Begitu sampai di lokasi, kami langsung dibawa oleh pemandu ke sebuah cafe yang berlokasi persis di pinggir danau. Langsung kami disuguhi pilihan menu yang bebas dipilih karena sudah dicover oleh biaya tiket masuk. Untuk menemani sore yang cukup berawan itu, saya memesan secangkir kopi hangat… nikmat.

Tidak lama setelah menikmati minuman & makanan yang kami pesan, hujan rintik-rintik pun turun yang membuat suasana di danau jadi dingin dan lebih berangin.

Pesona Danau Linow

Danau Linow ini berukuran sekitar 43 ha, terbilang mini jika dibandingkan danau Tondano yang memiliki luas 4.278ha. Lokasi danau Linow dikelola sepenuhnya oleh pihak Swasta yang menurut saya berhasil menjaga kondisinya tetap apik dan bersih.

Singgah Sore di Danau Linow | the atmojo

perbandingan luas danau Linow vs danau Tondano

Singgah Sore di Danau Linow | the atmojo

citra foto satelit danau Linow dari Google Maps

Yang menarik dari danau Linow adalah, gundukan belerang dan sumber air panas yang masih aktif dan seringkali terlihat berbuih di sisi barat danau. Tapi justru di sekitar air yang sering berbuih itu, itik-itik terlihat happy untuk berenang tanpa peduli bahwa mungkin ada bahaya yang mengancam. Yang jelas, di pinggir danau memang ada papan pengumuman mengatakan agar berhati-hati mendekati air yang bersuhu panas itu.

Sayang sekali sore itu langit cukup berawan dan sinar matahari tidak bebas menjatuhkan sinarnya di permukaan danau. Di permukaan danau saya cuma bisa menghitung ada 2 warna yang menghiasi permukaan danau, hijau muda & biru, bukan 3 warna seperti yang diceritakan orang. Tapi berapapun warna air danaunya, pemandangan disana memang memukau dan menenangkan, suasana ini mengingatkan saya akan lokasi Kawah Putih di Bandung, bedanya danau Linow ini jauh lebih luas permukaan airnya dan tentunya bisa sambil bersantai menikmati kopi hangat.

Di lokasi tersebut saya juga tidak melihat adanya pedagang kaki lima berkeliaran, entah karena sudah terlalu sore atau memang begitulah keadaannya sehari-hari. Yang pasti lokasi ini memang tertata apik, lahan parkir luas, rumput dan tamannya terpelihara, jalan setapaknya yang rapi dan terawat plus toiletnya yang berfungsi dengan baik, menjadikan danau Linow nyaman untuk dikunjungi.

Well, mungkin pada lain kesempatan saya akan coba untuk singgah lebih lama disana supaya puas menikmati pemandangan danau Linow.